Kamera Huawei Semakin Canggih, Mampu Deteksi Kondisi Kulit

ARUSGADGET – Vendor ponsel asal China, Huawei memang terkenal sebagai ponsel yang menyediakan berbagai fitur yang hebat. Kali ini, kamera huawei tengah menjadi fokus perbaikan fitur yang berbeda dari biasanya.

Informasi mengenai perbaikan teknologi kamera pada ponsel bermerek Huawei ini berasal dari LetsGoDigital. Selain itu, perolehan informasi ini mengacu pada database di The World Intellectual Property Organization (WIPO).

Smartphone Huawei yang mengusung teknologi ini memiliki modul kamera berbentuk cincin dengan konfigurasi tiga lensa kamera. Tiga lensa tersebut terletak di atas, kanan, dan kiri serta semakin lengkap dengan kehadiran flash LED ganda di bagian bawah.

Teknologi Kamera yang Meningkat

Kamera Huawei

Pada tengah dari modul cincin tersebut, terlihat layar bulat yang memiliki fungsi sebagai viewfinder saat memotret atau merekam video. Teknologi kamera yang hadir nantinya juga bisa melakukan pemindaian 3D pada wajah, dan menilai struktur kulit pengguna.

BACA JUGA : Huawei MatePad Pro 2021 Dengan OS Terbaru Buatan Huawei, HarmonyOS

Melalui teknologi ini, informasi mengenai struktur kulit dari mulai kondisi pori-pori, warna kulit, jerawat, dan kerutan dan lainnya dapat terdeteksi. Selain itu, Huawei juga menyediakan software yang akan merekomendasikan cara untuk memperbaiki kondisi kulit wajah.

Dengan kemampuan unik, kamera ponsel terbaru Huawei ini semakin lengkap lagi kemampuannya karena tetap bisa memotret dan merekam video sebagaimana biasanya. Informasi ini merupakan dokumentasi paten bagi Huawei tetapi belum terungkap kapan ponsel tersebut akan mencapai tahap perilisan.

Kemampuan unik yang ada pada ponsel baru Huawei ini memungkinkan kehadiran teknologi pada ponsel yang stylish dan menawan layaknya P50 dan menjadi suksesor bagi P50.

Sekilas Tentang P50 Pro

Huawei P50 Pro

Huawei P50 Pro menjadi flagship terbaru di Indonesia dari perusahaan ponsel asal Tiongkok ini. Vendor smartphone lain memang masih terikat dengan koneksi 4G saat yang lain sudah mulai beradaptasi dengan konektivitas 5G.

Meskipun menggandeng prosesor Snapdragon 888, namun ponsel ini belum memiliki konektivitas 5G dan memilih untuk tetap menciptakan ponsel 4G di Indonesia. Hal ini bukan tanpa alasan, keputusan tersebut mengacu pada cakupan 5G yang belum tersebar secara merata di Tanah Air.

BACA JUGA : Google Pixel Fold Ponsel Lipat Produk Google

Apa Pendapat kamu?
Bagikan !