Tonjolan Tombol F dan J Jadi Standar Keyboard Sejak 2002, Kira-Kira Apa Ya Fungsinya?

ARUSGADGET – Jika kita perhatikan dalam keyboard perangkat, maka aka nada tonjolan tombol F dan J pada bagian bawah tombol. Ternyata, tonjolan tombol F dan J tersebut tidak semata-mata hiasan saja, melainkan punya fungsi tersendiri. Apa fungsinya?

Dalam kegiatan sehari-hari, kita kerap menggunakan perangkat besar yang menggunakan keyboard baik keyboard bawaan yang langsung menempel pada perangkat, ada pula keyboard yang harus disambungkan terlebih dahulu dengan mengisi port USB.

Kebutuhan terhadap perangkat ini juga semakin meningkat seiring berjalannya waktu, ditambah dengan keadaan pandemi yang semakin mendukung penggunaan terhadap perangkat besar untuk mengerjakan tugas atau menyelesaikan pekerjaan.

Tonjolan di Tombol F dan J Memiliki Fungsi?

Untuk perangkat besar, terutama laptop pasti terdapat keyboard yang mencakup berbagai tombol, termasuk tombol huruf. Kemudian ada tonjolan tombol F dan J pada keyboard yang sebenarnya bukan ada hiasan, tetapi memiliki fungsi tersendiri untuk konsepnya.

Jika Anda memperhatikan keyboard yang ada di perangkat Anda, ada tonjolan tombol F dan J yang posisinya di bawah kedua tombol. Tonjolan tersebut memiliki ukuran kecil yang memiliki fungsi untuk membantu proses pengetikan.

BACA JUGA :

Tokoh yang Menggagas Tonjolan Tombol F dan J

Frank Edward McGurrin (wikipedia.com)

Ternyata, tonjolan tombol F dan J memiliki fungsi untuk memposisikan jari pada saat mengetik. Tonjolan tersebut memberikan kemudahan untuk orang-orang yang menggunakan teknik touch typer. Sejarah dari metode ini sendiri merupakan besutan Frank Edward McGurrin pada tahun 1888 dan keberadaan tonjolan bagi orang-orang yang menggunakan metode tersebut akan memiliki peningkatan pengetikan dan akurasi saat pengetikan.

Kemudian, beberapa tahun setelahnya, tonjolan tombol F dan J dipatenkan oleh June E Botich asal Naples yang hingga hari ini, tonjolan tersebut menjadi standar bagi perangkat yang ada hingga hari ini. Selain mempercepat, standar yang telah dipatenkan tersebut memiliki kegunaan untuk menghindari kesalahan dalam pengetikan.

Tonjolan tombol F dan J dialokasikan untuk jari telunjuk kanan dan kiri, lebih tepatnya, untuk tombol J nantinya menjadi penempatan untuk jari telunjuk kanan, dan sisa jari lainnya memencet tombol K, L, dan M. Untuk tombol huruf F sendiri ditujukan untuk jari telunjuk kiri, dan jari lainnya akan memegang tombol A,S, dan juga D.

Bagian dari Metode Pengetikan 10 Jari

Bisa disimpulkan, keberadaan tonjolan tombol F dan J nantinya akan memaksimalkan 10 jari yang ada untuk pengetikan. Selain itu, keberadaannya akan mempercepat pengetikan dan mencegah adanya kesalahan dalam pengetikan dalam berbagai aktivitas. Namun, pada penerapannya sendiri memang membutuhkan latihan agar bisa mengetik dan 10 jari.

BACA JUGA :

Bagikan !