7 Aplikasi Belajar Online Gratis #DiRumahAja

Lebih dari satu bulan namanya, kehidupan bermasyarakat di Indonesia berubah karena Covid-19. Sampai hari Minggu (26/4) sore kemarin, sudah ada 8.882 kasus positif Covid-19 di Tanah Air dilaporkan dengan pasien sembuh mencapai 1.107 orang dan 743 lainnya meninggal dunia.

Terus bertambahnya jumlah pasien Covid-19 ini jelas meresahkan karena artinya anjuran social dan physical distancing harus diperpanjang. Bahkan beberapa wilayah di Indonesia sudah menerapkan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) yang membuat ruang gerak masyarakat dipersempit. Warga diminta untuk #DiRumahAja demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Seperti yang diketahui, pandemi yang disebabkan oleh virus SARS-Cov-2 ini memang menular lewat droplet yang masuk ke tubuh manusia. Sehingga satu-satunya cara menghentikan penyebarannya adalah memang menjauhi kehidupan sosial untuk sementara waktu. Tentunya kebijakan ini menuai pro-kontra, karena membuat banyak orang kehilangan pekerjaan.

Bukan hanya para pekerja, para pelajar pun harus melakukan penyesuaian. Bahkan Mendikbud Nadiem Makarim akhirnya memutuskan untuk meniadakan Ujian Nasional (UN) untuk seluruh jenjang di 2020 ini. Anak-anak sekolah pun harus beradaptasi dengan belajar di rumah secara online. Hal ini jelas cukup merepotkan orangtua mereka.

Baca juga: Cara Mematikan Update Otomatis Windows 10 dengan Mudah

Libur Sekolah Makin Panjang Hingga 1 Juni 2020

© indopolitika

Sejak bulan Maret silam, para pelajar hingga mahasiswa di Indonesia memang sudah banyak yang melakukan metode pembelajaran online. Kondisi ini memang menjadi imbas dari Covid-19 yang membuat kegiatan belajar-mengajar tidak boleh dilakukan.

Karena pembelajaran online ini, libur sekolah pun akhirnya dimulai lebih dulu sebelum kenaikan kelas atau kelulusan. Bahkan jika biasanya sekolah akan libur jelang puasa Ramadhan, kini semua terpaksa dimulai lebih awal. Ketika pengumuman libur sekolah ini diumumkan oleh pemerintah, awalnya hanya akan dilakukan selama dua minggu saja.

Namun dalam perkembangannya, libur sekolah supaya murid-murid belajar #DiRumahAja ini diperpanjang hingga bulan Juni 2020. Informasi libur sekolah yang ditambah hingga usai Idul Fitri ini bahkan sudah diumumkan di beberapa daerah. Jawa Timur misalnya, Dinas Pendidikan Provinsi Jatim resmi memperpanjang masa libur pelajar SMA/SMK hingga 1 Juni 2020 lantaran belum ada tanda-tanda Covid-19 usai.

Sebelum diperpanjang, masa liburan pelajar Jatim ini harusnya berakhir pada 21 April silam. Kemudian Kabupaten Kotawaringin Timur di Kalimantan Tengah juga ikut mengumumkan perpanjangan. Di mana pelajar TK hingga SMP sederajat di Kotawairingin Timur akan diliburkan hingga 13 Juni 2020. Sementara Pemkot Solo, resmi menerapkan perpanjangan belajar di rumah sampai 29 Mei 2020.

Inilah 7 Aplikasi Belajar Online Gratis yang Layak Dicoba

Tercatat sejak 16 Maret 2020, ada tiga provinsi di seluruh Indonesia yang sudah melakukan kegiatan belajar-mengajar dari rumah. Demi menyukseskan kegiatan ini, para pelajar pun diberi tanggung jawab dengan wajib mengikuti jadwal pada pagi-siang hari untuk terhubung ke internet dan memulai pembelajaran online.

Mendukung kebijakan pemerintah terhadap social distancing, kini makin banyak ditemukan platform pembelajaran online alias daring. Sebetulnya sebelum ramai Covid-19, platform belajar online ini sudah laris manis. Hanya saja bagi Anda yang kini tengah kebingungan untuk mencari materi pembelajaran tambahan, tujuh aplikasi berikut ini bisa jadi pertimbangan:

Baca juga: Wajib Tahu! Ini 7 Aplikasi Penting Pelacak Covid-19

1. Ruangguru

Didirikan pada tahun 2014 oleh mantan Staf Khusus Milenial Presiden Jokowi Widodo, Adamas Belva, Ruangguru bisa dibilang sebagai platform belajar online yang paling populer di Indonesia. Di masa pandemi Covid-19 ini, Ruangguru membuka Sekolah Online Ruangguru Gratis. Lewat program ini, para pelajar bisa belajar online mulai hari Senin sampai Jumat layaknya sekolah biasa.

Program belajar daring gratis ini sudah dimulai sejak 16 Maret 2020 silam yang digelar pada pukul 08.00-12.00 WIB. Seperti dilansir Tirto, ada 15 kanal live teaching yang memuat seluruh mata pelajar sesuai kurikulum nasional mulai jenjang SD hingga SMA (IPA dan IPS). Program sekolah online ini dipandu langsung oleh Master Teachers ruangguru.

Pelajar juga bisa bertanya dan berdiskusi dengan murid lain lewat fitur live chat. Jika pelajar kehilangan sesi pagi hari, bisa melihat rekaman Sekolah Online setelah pukul 12.00 WIB setiap harinya. Tak hanya live teaching, Ruangguru juga tetap memberikan fitur Bank Soal dan Online Tryout yang seluruhnya diakses cuma-cuma. Seperti sekolah, Ruangguru juga memberikan jadwal pembelajaran.

2. Zenius

Tujuh tahun sebelum Ruangguru dibentuk, Zenius sudah terlebih dulu berdiri. Perusahaan asal Indonesia yang didirikan oleh Sabda PS dan Medy Suharta ini resmi berdiri pada 7 Juli 2007 dan hingga sekarang tetap berkomitmen menjadi motor revolusi pendidikan Indonesia. Sebagai pesaing ketat Ruangguru, Zenius memang tidak melakukan branding gila-gilaan seperti kompetitornya.

Di masa pandemi Covid-19 ini, Zenius juga menggratiskan akses ke seluruh video pembelajaran di berbagai platform, agar para siswa bisa belajar online secara mandiri di rumahnya masing-masing. Zenius juga menyebut kalau video dalam format whiteboard yang mereka rilis tidak boros kuota internet, sehingga semua pelajar bisa mempelajarinya.

Sejak 20 Maret 2020 kemarin, Zenius resmi memulai layanan live teaching untuk belajar mandiri di rumah. Dalam sesi ini, akan ada tutor dari Zenius yang memandu pelajaran sekaligus disiarkan langsung secara online. Siswa juga bisa berinteraksi lewat fitur live chat dalam kelas online yang digelar setiap hari Senin-Jumat mulai pukul 10.00 WIB itu. Ada dua sesi pembelajaran yang ditawarkan Zenius yakni pagi dan malam.

3. Quipper

Jika Ruangguru dan Zenius berasal dari Indonesia, tidak dengan Quipper. Quipper yang didirikan dua orang Jepang yakni Masayuki Watanabe dan Fumihiro Yamaguchi pada tahun 2010 ini berpusat di London, Inggris.

Mendukung upaya pemerintah Indonesia untuk social distancing, Quipper juga menggratiskan Quipper School, sebuah platform Learning Management System (LMS) yang bisa dipakai guru dan murid. Lewat Quipper School, guru bebas mengelola materi, menggelar ujian hingga memberikan nilai siswa. Sementara para pelajar, bisa mengerjakan PR secara online lewat gawai.

4. Kelas Pintar

Tak berbeda dengan Ruangguru atau Zenius, Kelas Pintar juga menawarkan solusi belajar lengkap untuk para pelajar jenjang SD, SMP dan SMA. Bisa diakses setiap hari, Kelas Pintar memiliki berbagai metode pembelajaran yang bisa disesuaikan dengan karakter siswa mulai dari visual, audio hingga kinestetik. Menyuguhkan layanan belajar interaktif, Kelas Pintar menyebutkan kalau pembelajaran mereka lebih efektif dan mudah.

Baca juga: 10 Aplikasi Download Lagu Gratis Terbaik di Android 2020

Murid bisa memilih video, animasi atau e-book untuk cara belajar yang mereka inginkan. Tak hanya itu saja, Kelas Pintar menyediakan latihan soal berbentuk HOTS (High Order Thinking Skills), Visual Lab dan VBQ (Value Based Questions) yang akan membuat pelajar bisa lebih paham. Nantinya hasil belajar bakal dievaluasi melalui tes adaptis, soal pilihan ganda serta tes periodik.

5. Cakap

Didirikan oleh Tomy Yunus dan Yohan Limerta, CAKAP yang awalnya dikenal sebagai Squiline ini resmi berdiri pada tahun 2013. Namun dalam perkembangannya, para pendiri dan tim pengembang menggunakan CAKAP sebagai identitas baru terhitung pada tahun 2019 silam. Berbeda dengan platform belajar online lainnya, CAKAP lebih fokus untuk melatih keterampilan bahasa.

Ada empat pilihan bahasa yang disediakan oleh CAKAP yakni bahasa Inggris, bahasa mandarin, bahasa Jepang dan bahasa Indonesia. CAKAP menyediakan berbagai paket pembelajaran dengan durasi 6 dan 12 bulan yang setiap paketnya punya besaran harga berbeda-beda. Dalam pembelajarannya, CAKAP mengembangkan solusi EAAS (Education As A Service) yang merupakan metode interaksi dua arah. Kendati CAKAP tidak menggratiskan kelas, mereka tengah memberikan diskon cukup menggiurkan hingga total lebih dari Rp6 juta.

6. Kipin School

Kipin (Kios Pintar) School adalah aplikasi yang memang ditujukan kepada pelajar SD, SMP, SMA dan SMK yang memuat pustaka pembelajaran lengkap sekaligus sistem ujian untuk pelajar Indonesia. Melalui Kipin School 4.0, pelajar bisa mengunduh lebih dari 2.500 buku pelajaran sekolah terbitan Kemdikbud, lebih dari 1.500 video pendidikan, lebih dari 25 ribu soal latihan tryout dan lebih dari 500 komik literasi.

Tak hanya pelajar, aplikasi yang memuat materi sesuai Kurikulum Pendidikan 2013 ini juga bisa dimanfaatkan oleh para guru. Di mana baik guru dan pelajar akan memperoleh data terbaru yang update setiap bulan secara gratis. Bukan hanya pelajar sekolah, Kipin School juga memiliki menu untuk calon-calon siswa pra-sekolah yang memuat lebih dari 100 buku dan video pembelajaran online. Aplikasi ini bisa digunakan di berbagai platform baik perangkat komputer dan smartphone.

7. Rumah Belajar

Tak ingin tertinggal dari pihak swasta, pemerintah melalui Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia juga meluncurkan aplikasi belajar khusus. Bernama Rumah Belajar, aplikasi ini bisa diakses oleh pelajar seluruh jenjang pendidikan seperti SD, SMP, SMA, SMK hingga SLB. Bahkan untuk pelajar Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Rumah Belajar pun menyediakan materinya juga.

Sehingga di masa pandemi Covid-19 ini, para orangtua tak perlu repot karena Rumah Belajar bisa menyediakan sleuruh materi pembelajaran. Beberapa fitur unggulan di Rumah Belajar adalah Sumber Belajar, Laboratorium Maya, Kelas Maya, Peta Budaya sampai Bank Soal. Hingga sejauh ini, sudah ada lebih dari 249 ribu guru dan 617 ribu murid bergabung dengan Rumah Belajar. Seluruh konten yang tersedia di Rumah Belajar disediakan gratis untuk seluruh pelajar di Indonesia.

Kesimpulan

Bisa dibilang ketujuh aplikasi pembelajaran online yang sudah dibahas di atas memang memiliki keunggulan masing-masing. Sebagai pelajar, Anda bisa memilih salah satu di antaranya yang paling sesuai kebutuhan. Lantaran mayoritas disediakan secara gratis, hal ini tentu jadi keuntungan tersendiri. Sehingga meskipun sekolah atau kampus masih libur semasa Covid-19, Anda tetap memperoleh pendidikan lengkap dan selalu produktif.

Bagikan !